Jakarta-Teras Live News. Inspektorat Walikota Jakarta Selatan segera audit satuan kerja 3R Satpel LH Kec. Cilandak terkait kegiatan bank sampah yang dikelola oleh satpel LH. Kegiatan ini bersifat bisnis dalam program pengurangan sampah karena ada margin penjualan yang dihasilkan
Dalam pelaksanaan ada keluhan dari beberapa kelompok bank sampah RT RW mengaku belum dibayar oleh oknum PJLP 3 R berinisial ” S ” sampai saat ini.
Menurut koordinator 3 R, Satpell LH, Tarkim yang didampingi petugas lain menjelaskan ,” memang benar ada beberapa bank sampah yang belum dibayar seperti bank sampah Anggrek, Kenanga 1 dan Sehati belum dibayar. Tapi itu terjadi sebelum saya menjadi koordinator, dan saya baru pegang mulai bulan februari 2026. ”
Selain itu koordinator sebelumnya berinisial ” S ” juga diduga melakukan markup/penggelembungan hasil penimbangan ke Lapak Barang Bekas di Ciracas. Bahkan nilainya diduga mencapai seharga motor NMAX, ” ungkap Tarkim.
Sedangkan rekan kerja sesama PJLP Kec. Cilandak yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan Oknum PJLP Berinisial ” S ” kinerjanya juga kurang bagus sering terlambat masuk kantor dan sudah membuat nama baik instansi dinas LH tidak baik di mata masyarakat dan kelompok pengusaha barang bekas.
Sedangkan ketua RT 13/02 Kel. Cipete Selatan Muhammad Irfan mengungkapkan” dengan adanya bank sampah ini masyarakat antusias untuk memilah sampah karena bisa menambah penghasilan rumah tangga. Sedangkan hasil pilahan setiap bulan mencapai 1 ton kadang lebih. ” jelasnya saat ditemui wartawan Teras Live News ( 7/4)
Pentingnya audit ini dikarenakan ada nilai uang yang dihasilkan , selain itu untuk transparansi. Karena dalam kegiatan bank sampah menggunakan SDM, Armada, Sarana dan Prasarana dari Pemda DKI Jakarta. ( Gun )



