Daerah  

JAKARTA DARURAT SAMPAH

Jakarta-TLN, Paska longsor TPST Bantar Gebang yang menelan korban pengemudi 5 orang saat ini Jakarta mengalami darurat sampah. Hampir di seluruh wilayah RT, RW di Jakarta mengalami penumpukan sampah apalagi paska lebaran.

Hingga saat ini TPST Bantar Gebang belum ada kepastian kapan akan beroperasi secara normal. Sedangkan pengangkutan sampah setiap wilayah masih mengalami pembatasan pengangkutan sampah per hari hanya beroperasi sebanyak 14 armada untuk membuang sampah ke TPST Bantar Gebang.

Menurut, Ikhsan salah satu warga RT 7 RW 8, Kel. Lebak Bulus, Kec. Cilandak , Jakarta Selatan mengatakan, ” Sampah di Jakarta selalu bermasalah, apalagi ini ada kejadian Longsor di TPST Bantar Gebang. Karena sistim pengelolaan sampah belum tepat guna. Banyak program yang dilaksanakan masih belum tepat sasaran, Jelasnya sat ditemui wartawan Teras Live News ( 26/3)

Dijelaskan lebih lanjut,” Dinas Lingkungan Hidup Jakarta dalam pengelolaan sampah lebih cenderung hanya fokus pada pengangkutan bukan pengolahan, maka jika tempat pembuangan sampah akhir bermasalah dipastikan akan berimbas di setiap lingkungan warga. Seharusnya dibuat dinas tersendiri yakni Dinas Pengolahan Sampah Jakarta. Jadi kerjanya tidak hanya memindahkan sampah tapi mengolah sampah menjadi produk yang berdaya guna dan tepat guna, ungkap ikhsan lebih lanjut.

Sampah jika tidak dikelola dengan baik pasti akan menimbulkan dampak lingkungan yang kurang baik. Sampah itu sendiri jika dikelola dengan baik akan memiliki nila ekonomi dan berdaya guna.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung seharusnya dapat menempatkan pejabat yang lebih tepat dan memiliki kemampuan dalam pengelolaan sampah, agar tidak terjadi permasalahan penumpukan sampah di seluruh wilayah Jakarta. ( Gun )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *